Senin, 27 Januari 2014

MASIHKAH?

Masih(kah) Merasa Hebat
Setiap pribadi kita memiliki potensi menjadi sombong, sadar atau tidak potensi ada di tiap kita. Terlebih orang yang memiliki pengetahuan lebih, terkadang tanpa sadar mengesampingkan orang lain dalam hal pengetahuan. Ada lagi yang lebih bahaya ialah ujub (membanggakan diri sendiri) ,sebelas dua belas lah dengan sombong tetapi lebih bahaya lagi karena dalam ujub kita tidak butuh orang lain dalam menyombongkan diri. Sama halnya denga singa sang raja hutan, ia akan berjalan tegap ditengah hutan, semua binatang tunduk padanya, namun apa ia tetap raja ketika ia ada di kota???, tentu tidak.

PETA PIKIRAN

Mind Map (Peta Pikiran): Apa dan Bagaimana?
A.  Apa Mind Map (Peta Pikiran) itu?
Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.
Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.
Mengikuti ikhtisar pola kerja MindMaple, Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:
1.       Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan  sebagai  “pohon”.
2.       Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang”  yang melingkari “pohon”.
3.       Sub Topik, level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang dan diletakkan sebagai  “ranting” (dan level pikiran lapis berikutnya)