Kamis, 03 Maret 2016

KECERDASAN

KECERDASAN MUSIKAL

Gagasan Howard Gardner tentang Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), yang dituangkan dalam bukunya berjudul “Frames of Mind” (1983) telah merubah cara pandang kita dalam mempelajari kecerdasan manusia. Semula kecerdasan cenderung ditafsirkan secara tunggal, sebatas intelektual dalam ukuran IQ yang bersifat permanen. Gardner mengemukakan 8 (delapan) jenis kecerdasan individu, yaitu: (1) linguistik, (2) logika-matematik, (3) kinestetik, (4) visual-spatial, (5) musikal, (6) interpersonal, (7) intrapersonal, dan (8) natural. Saat ini, teori Kecerdasan Majemuk yang dikembangkan Gardner ini telah menjadi rujukan penting dalam proses pendidikan.
Yang akan kita kupas dalam tulisan ini yaitu tentang kecerdasan musikal. Musik adalah suatu karya seni dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik: irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

Kamis, 20 Agustus 2015

Mendengar yang Tidak Terucapkan

Pakar manajemen,Peter Drucker,berpesan, " The most important thing in communication is to listen what isn't being said." ( hal yang paling penting dalam berkomunikasi adalah mendengarkan yang tidak terucapkan) Itulah bahasa nonverbal. Sering kali kita lupa apa yang telah kita pelajari,mungkin itu sudah menjadi masalah yang sangat mendasar bagi seseorang ketika harus mengingat sesuatu atau mempelajari sesuatu. hal ini dapat kita atasi jika kita tahu cara mengingat yang baik dan benar.sebuah penelitian yang diadakan sekitar tahun 1970-an menyebutkan bahwa manusia belajar berkomunikasi dengan panca inderanya yaitu

  • 83% melalui penglihatan
  • 11% melalui pendengaran
  • 3,5% melalui penciuman
  • 1,5% melalui sentuhan
  • 1,0% melalui rasa
penelitian yang sama juga mencoba memahami bagaimana pemanfaatan panca indera dalam mengingat suatu informasi yakin :
  • kita mengingat 10% yang kita baca
  • kita mengingat 20% yang kita dengar
  • kita mengingat 30% yang kita lihat
  • kita mengingat 50% yang kita lihat, dan dengar
  • kita mengingat 70% yang kita katakan
  • kita mengingat 90% yang kita katakan dan kita lakukan
Hasil lain dari penelitian ini juga menemukan pesan - pesan yang disampaikan dengan berbagai cara :
  • pesan yang disampaikan dengan lisan akan diingat 70% setelah 3 jam, dan tersisa 10% setelah 3 hari
  • pesan yang disampaikan dengan demonstrasi gambar akan diingat 72% setelah 3 jam, dan tersisa 20% setelah 3 hari
  • pesan yang disampaikan dengan lisan dan demonstrasiakan diingat 85% setelah 3 jam, dan tersisa 65% setelah 3 hari

Senin, 13 April 2015

SYUKURILAH !

Ketika kita coba menghitung nikmat yang kita punya ternyata tak ada mesin hitung yang mampu mengkalkulasi dengan pasti, karena secara manusiawi apa yang telah kita punya dan apa yang telah kita rasa memang selalu ingin bertambah dan bertambah. Tinggal bagaimana kita meraih serta memaknai segalanya.
Sementara manusia selalu mencari peluang bahkan membuat peluang demi terciptanya suatu perubahan itupun tak bisa disalahkan.
Ya Allah jadikanlah aku dan keluargaku sebagai orang-orang yang pandai bersyukur ....
Amin ....


Rabu, 15 Oktober 2014

3 Jenis Kegiatan Pengembangan Profesi Guru


Membicarakan tentang profesionalisme guru, tentu tidak bisa dilepaskan dari kegiatan pengembangan profesi guru itu sendiri. Secara garis besarnya, kegiatan pengembangan profesi guru dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu: (1) pengembangan intensif (intensive development), (2) pengembangan kooperatif (cooperative development), dan (3) pengembangan mandiri (self directed development) (Glatthorm, 1991).

Rabu, 19 Februari 2014

APA KATA PAK MENTERI?

Oleh Mohammad Nuh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Artikel ini Sudah Dimuat di Harian Kompas, Kamis, 7 Maret 2013
Dalam beberapa bulan terakhir, harian Kompas memuat tulisan dari mereka yang pro ataupun kontra terhadap rencana implementasi kurikulum 2013.Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pandangan tersebut.

Saya berkesimpulan, mereka yang mempertanyakan kurikulum 2013 adalah karena ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013.  Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

Senin, 27 Januari 2014

MASIHKAH?

Masih(kah) Merasa Hebat
Setiap pribadi kita memiliki potensi menjadi sombong, sadar atau tidak potensi ada di tiap kita. Terlebih orang yang memiliki pengetahuan lebih, terkadang tanpa sadar mengesampingkan orang lain dalam hal pengetahuan. Ada lagi yang lebih bahaya ialah ujub (membanggakan diri sendiri) ,sebelas dua belas lah dengan sombong tetapi lebih bahaya lagi karena dalam ujub kita tidak butuh orang lain dalam menyombongkan diri. Sama halnya denga singa sang raja hutan, ia akan berjalan tegap ditengah hutan, semua binatang tunduk padanya, namun apa ia tetap raja ketika ia ada di kota???, tentu tidak.

PETA PIKIRAN

Mind Map (Peta Pikiran): Apa dan Bagaimana?
A.  Apa Mind Map (Peta Pikiran) itu?
Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.
Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.
Mengikuti ikhtisar pola kerja MindMaple, Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:
1.       Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan  sebagai  “pohon”.
2.       Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang”  yang melingkari “pohon”.
3.       Sub Topik, level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang dan diletakkan sebagai  “ranting” (dan level pikiran lapis berikutnya)