Kamis, 24 Oktober 2013

BUYA HAMKA

Buya Hamka : Ulama Masyhur yang Dituduh “Penghianat” Rezim Soekarno

BULAN Februari , adalah hari kelahiran seorang tokoh ulama besar Nusantara yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan HAMKA. Beliau dilahirkan di Maninjau Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Jadi sehingga kini sudah seabad lebih lamanya. Untuk itu bagi kita generasi sekarang ini perlu mengenal lebih dekat sosok ulama besar tersebut sekaligus mengenang jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan agama di tanah air.


Ayah Hamka adalah H. Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul seorang tokoh ulama Sumatera. Dikenal sebagai pelopor “golongan muda”, murid Syekh Ahmad Khatib yang bermukim di Makkah. Ibunya bernama Syafiyah istri kedua ayahnya.

Rabu, 09 Oktober 2013

C I N T A

AKU bicara perihal Cinta ?

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.

Rabu, 25 September 2013

KURIKULUM 2013

Saat ini Kemendikbud sedang menyusun Kurikulum baru yang bakal digunakan pada tahun 2013. Uji publik juga sudah dimulai. Upaya ini dilakukan sebagian sebagai respons atas tawuran pelajar dan mahasiswa yang marak, dan sinyalemen keras bahwa kurikulum kita saat ini overloaded, terlalu banyak mata pelajaran yang disajikan di sekolah. Kemudian mata pelajaran IPA dan IPS dihapus di SD, dimasukkan secara tematik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Agama, atau Kewarganegaraan. Disinyalir jumlah mata pelajaran yang terlalu banyak telah menyebabkan pembelajaran dangkal, bukan mendalam.

Selasa, 04 Juni 2013

ANTARA DUA SEKOLAH

ANTARA SEKOLAH HATI DAN SEKOLAH BERGENGSI


ALHAMDULILLAH, awal Mei ini anak-anak sudah melewati Ujian Nasional (UNAS/UN), yang diakhiri untuk tingkat Sekolah Dasar. Pada saat yang sama, orangtua bergeliat mencari sekolah bagi putra-putrinya. Bahkan beberapa sekolah menyatakan telah menutup pendaftaran, karena kapasitas ruang sudah terpenuhi, tanpa menyediakan tempat untuk cadangan.

BUKAN MENGHARDIK TAPI MENDIDIK

GURUKU BUKAN MENGHARDIK TAPI MENDIDIK


Kesibukan menjelang ulangan di sekolah tidak hanya dirasakan oleh peserta didik. Guru pun turut merasakanya, mulai dari pembuatan soal, pengawasan ulangan, dst. Contek-mencontek adalah pekerjaan besar yang selalu menjadi sorotan bagi semua guru di Indonesia. Satu permasalahan belum selesai kini timbul masalah yang lebih besar. Bagaimana jika peserta didik mencuri soal ulangan dari guru sebelum ulangan dilaksanakan? Apa yang akan kalian lakukan sebagai seorang guru?


Rabu, 29 Mei 2013

REFLEKSI HARI INI

Prihatin

Kawan. Ini adalah cerita yang kuramu dengan berbagai jenis tamanan kesedihan, tumbuhan memilukan, dan pohon penderitaan. Yang kucabut secara paksa dari akar kemiskinan, dengan dahan ketidakberdayaan, dan daun ketidakmampuan. Tak ada kesemuan dari semua ini. Adalah kisah nyata, dari kegagalan system pemerintahan. Yang kata orang pintar disebut neoliberal, atau pun kapitalisme. Entah apa, aku tak tahu. yang kutahu secara praktis adalah akibat dari mereka semua, kita miskin di negeri yang kaya. kita impotensi di negera yang super-potensi. Kita tak bangga ditanah air mahadaya. 

Sabtu, 25 Mei 2013

AYO BERGERAK !


Bergerak atau Tergantikan
Membangun Karakter Pemimpin
Setiap diri  kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan diminta  pertanggung jawabannya atas apa yang dipimpinnya” (H.R. Bukhori)

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia
(Q.S. Ali Imron : 140)


Kehilangan nama, akan membuat seseorang atau komunitas seperti laksana tumbuhan yang tidak mempunyai tempat kuat untuk berpijak dan tidak menghasilkan buah.Kehilangan identitas bak hilangnya mahkota dari singgasana raja, sehingga luluh kemuliaannya. Ketika diri kehilangan kemuliaan, saat itulah hilang tenggang rasa dan rasa peduli dengan pandangan-pandangan yang ada dalam balutan hedonism. Jika semuanya hilang, maka hidup hanyalah sekedar hidup tanpa makna.