Sabtu, 03 Maret 2012

TAGIHAN KKG


Tagihan 1
SILABUS
(TAGIHAN INDIVIDUAL WAJIB)
PENJELASAN
1.        Silabus merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

2.        Silabus yang dilaporkan adalah yang anda buat dan digunakan di sekolah.

3.        Silabus yang harus dilaporkan adalah untuk standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan ketentuan:

a.        Untuk Guru Kelas:
1)        Satu tahun ajaran
2)        Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)        Salah satu tingkat dari sejumlah tingkat yang menjadi tanggungjawabnya.

b.        Untuk Guru Bidang Studi:
1)        Satu tahun ajaran
2)        Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)        Salah satu tingkat yang menjadi tugas mengajarnya
4)        Salah satu mata pelajaran yang diajarkannya

Silabus yang dilaporkan disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota anda.

Tagihan 2
RPP : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
 (TAGIHAN WAJIB INDIVIDUAL)
PENJELASAN
4.        RPP merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

5.        RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang harus dilaporkan adalah:
c.         Untuk Guru Kelas:
4)        Satu tahun ajaran
5)        Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
6)        Salah satu tingkat dari sejumlah tingkat yang menjadi tanggungjawabnya.

d.        Untuk Guru Bidang Studi:
5)        Satu tahun ajaran
6)        Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
7)        Salah satu tingkat yang menjadi tugas mengajarnya
8)        Salah satu mata pelajaran yang diajarkannya

6.         RPP disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota anda.

Tagihan 3
JURNAL BELAJAR
 (TAGIHAN WAJIB INDIVIDUAL)
PENJELASAN
1.        Jurnal Belajar merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

2.        Jurnal belajar berisi catatan tentang berbagai kegiatan belajar di kelompok kerja yang dilakukan oleh setiap guru anggotanya.

3.        Jurnal Belajar yang harus dibuat oleh masing-masing anggota Pokja minimal 17 (tujuh belas), satu untuk in service dan 16 (enam belas) untuk on service.

4.        Jurnal belajar yang dilaporkan disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Pengelola Program BERMUTU sebagaimana dapat dilihat dalam halaman berikut:
Tagihan 4
KARYA TULIS ILMIAH
(TAGIHAN PILIHAN INDIVIDUAL)
PENJELASAN

A.      PILIHAN KTI

1.        Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas pilihan, oleh sebab itu  peserta tidak harus membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan atau Kajian Kritis, kecuali bagi mereka yang membutuhkan untuk kenaikan pangkat.

2.       Bagi yang tidak membutuhkan PTK  dapat memilih salah satu dari KTI berikut ini:
a.       Makalah
b.       Artikel
c.        Kajian Kritis
d.       Laporan Best Practices
e.       Hasil Terjemahan Bahan Ajar Dll
f.         Penulisan Buku
g.       Diktat
h.       Job Sheet
i.          Handout

B.      FORMAT
1.       Peserta dapat menggunakan format yang selama ini telah ada. 
2.       Khusus untuk Kajian Kritis format terlampir dapat digunakan.
FORMAT LAPORAN KAJIAN KRITIS

A.   BAHAN KAJIAN KRITIS (Pilih salah satu dari materi berikut ini)
        Materi Yang diajarkan/Bahan Ajar
        Metoda Pembelajaran
        Kurikulum/Silabus
        Media Pembelajaran
        Rujukan
        PTK
        Lain-lain (tuliskan): ...............................


B.   MATERI KAJIAN
Judul                                        :...........................................................................................
Sumber                                    : ...........................................................................................
Jenjang                                    : (Lokal, Nasional, Internasional)[1]
Penulis/Pembuat                     : ...........................................................................................
TahunTerbit/Pembuatan        : ...........................................................................................

C.   ASPEK YANG DIKAJI SECARA KRITIS (boleh lebih dari satu):
        Keterbacaan (Sistematika, bahasa)
        Relevansi dengan pendidikan (tuliskan: ............................................ )
        Manfaat bagi siswa
        Manfaat bagi guru
        Tingkat Ilmiah
        Tingkat kesulitan bagi siswa
        Kedalaman pembahasan
        Keluasan cakupan
        Ilustrasi dan tata letak


[1] Pilih salah satu dan coret yang tidak perlu

Jumat, 02 Maret 2012

PENGURUS PGRI DRAMAGA


SUSUNAN PENGURUS PGRI
CABANG DRAMAGA
MASA BAKTI XX TAHUN 2011- 2016

DEWAN PEMBINA :

1.     CAMAT KECAMATAN DRAMAGA
2.     KEPALA UPTK XXX KEC. DRAMAGA
3.     Drs. SUNARTO
4.     DARLAN, S.Pd.


KETUA
:
HUSAIN TABAH, S.Pd.
WAKIL KETUA
:
WAWAN SETIAWAN, S.Pd.
SEKRETARIS
:
HARYADI, S.Pd.
WAKIL SEKRETARIS
:
SUHARDI, S.Pd.
BENDAHARA
:
Drs. ASMADI


SEKRETARIS BIDANG

1.
ORGANISASI DAN KADERISASI
:
ZAENAL MUTTAQIEN, M.PdI.
2.

KESEJAHTERAAN DAN KETENAGA KERJAAN
:
MOMON, SETIARACHMAN, S.Pd.
3.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
:
E. YULIAWAN, S.Pd.
4.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
:
YANI NURHAYANI, M.MPd.
5.

PENGEMBANGAN KARIR DAN PROFESI
:
SUHARTO, S.Pd.
6.
KOMUNIKASI DAN INFORMASI
:
DEDENG IRAWAN, S.Pd.
7.

KESENIAN, KEBUDAYAAN, DAN OLAH RAGA
:
IRWIN JULIANTO
8.
KEROHANIAN
:
MAD ROHI, S.PdI.
9.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
:
AHMAD MUKLIS, S.Pd.
10.
KERJA SAMA ANTAR INSTANSI
:
SATIAH, M.MPd.
11.
PENGABDIAN MASYARAKAT
:
WAWA, S.Pd.SD
12.

ADVOKASI DAN PERLINDUNGAN HUKUM
:
MIRTA,S.Pd.

KAIDAH PENULISAN SOAL



KAIDAH PENULISAN SOAL


I.                       PILIHAN GANDA
A.             MATERI
1.               Soal harus sesuai dengan indikator
2.               Pengecoh harus berfungsi
3.               Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar  

B.             KONSTRUKSI
4.               Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
5.               Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
6.               Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
7.               Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
8.               Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
9.               Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
10.         Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
11.         Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya
12.         Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
13.         Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti : sebaiknya, umumnya, kadang – kadang.
14.         Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.



C.             BAHASA / BUDAYA
15.         Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
a.         Penggunaan Kalimat
(1)          Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek
(2)          Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek)
(3)          Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.
b.         Pemakaian Kata
(1)          Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan
(2)          Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan yang baku


c.          Pemakaian Ejaan
(1)          Penulisan huruf (kapital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan
(2)          Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan

16.         Bahasa yang digunakan harus komunikatif
17.         Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat
18.         Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Rabu, 29 Februari 2012

SISTEMATIKA LAPORAN STUDY VISIT


Sistematika laporan hasil study visit sebagai berikut:

Halaman Sampul
Halaman sampul harus memuat judul, nama KKG atau MGMP, logo Depdiknas, dan unsur terkait dengan ketentuan:
a.    Tulisan diketik dengan huruf kapital
b.    Nama KKG atau MGMP ditulis lengkap
c.    Logo Depdiknas
d.    Nama UPTK untuk KKG atau Nama Kabupaten untuk MGMP
a.    Tahun

Halaman Pengesahan
Laporan hasil study visit yang telah lengkap harus ditandatangani Ketua KKG atau MGMP, kemudian disahkan oleh Kepala Sekolah Inti dan unsur terkait.
Halaman pengesahan laporan hasil study visit memuat:
             a.      Tanda tangan, nama ketua, NIP, dan stempel.
            b.      Diketahui Kepala Sekolah Inti dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.
             c.      Diketahui Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten di Kecamatan untuk KKG atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk MGMP dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.

Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I. PENDAHULUAN
A.    Rasional
B.    Tujuan
C.    Sasaran
D.   Materi
E.    Output

BAB II. PELAKSANAAN DAN HASIL

Bab ini berisi tentang pelaksanaan kegiatan study visit yang meliputi 5W + 1H (what, where, when, why, who, and how). What menggambarkan nama kegiatan yang dilakukan, where menggambarkan tempat pelaksanaan kegiatan, when mengambarkan waktu pelaksanaan, who menggambarkan peserta, nara sumber/fasilitator/instruktur/ pendamping (bila ada), how menggambarkan strategi dan metode pelaksanaan kegiatan, keterlibatan peserta dalam kegiatan study visit, sumber dana, dan sistem dokumentasi kegiatan/pelaporan, hasil study visit, kendala dan upaya pemecahannya.
Bab ini terdiri dari beberapa subbab, yaitu:
A.    Pelaksanaan
1.    Waktu Pelaksanaan (visitasi ke KKG atau MGMP dan SD atau SMP)
2.    Nama KKG atau MGMP, Nama Sekolah, Mata Pelajaran (untuk MGMP), Guru yang melaksanakan, dan Tim Pemantau (sebaiknya dibuat dalam bentuk tabel).
B.    Hasil (uraian pelaksanaan dipilah antara visitasi ke KKG atau MGMP dan ke SD atau SMP)
C.    Tindak Lanjut (merupakan pembahasan lebih jauh dan pemanfaatan hasil temuan visitasi).
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.    Saran

LAMPIRAN-LAMPIRAN
-          Foto kegiatan
-          Dokumen yang diperoleh
-          Jadwal study visit
-          Dll.

Selasa, 28 Februari 2012

ISTILAH PEMBELAJARAN


Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran
Posted Jum, 03/10/2008 - 13:12 by akhmadsudrajat
oleh: Akhmad Sudrajat
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.